Rabu, 15 Desember 2010

Perkembangan Musik Indonesia

A. Pengertian Musik Nusantara

Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.

B. Sejarah Musik Nusantara

Terdapat tahapan- tahapan perkembangan musik Indonesia (nusantara). tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di nusantara (Indonesia) hingga saat ini.

Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.

Masa Kini

Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.

C. Fungsi Musik Nusantara

Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai sarana atau media upacara ritual, media hiburan, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi.

Sarana upacara budaya (ritual)

Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat.

Sarana Hiburan

Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.

Sarana Ekspresi Diri

Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

Sarana Komunikasi

Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.

Pengiring Tarian

Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.


Sarana Ekonomi

Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.

D. Ragam Musik Nusantara

Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.

Musik Daerah/Tradisional

Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.

I. Instrumen Musik Perkusi.

Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.

Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di Bali (Gamelan Bali). Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.

Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do)

Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.

Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.

Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.

II. Instrumen Musik Petik

Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.

Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.

Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan.

III. Instrumen Musik Gesek.

Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, rebab jenis ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.

IV. Instrumen Musik Tiup

Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat dijumpai alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai dapat dijumpai di sumatera utara, Kalimantan. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2cm.

Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Papua.

Musik Keroncong

Secara umum, musik keroncong memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu- lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.

Musik Dangdut

Musik dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik akarnya. Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut). Selain itu, iramanya ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat.

Musik Perjuangan

Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.

Musik Populer (pop)

Musik ini memiliki ciri, antara lain penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Komposisi melodinyajuga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penontonnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

Kesimpulan

Musik nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang menunjukkan cirri keindonesiaan. Musik memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang dapat dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.


sumber : http://sendhie.multiply.com/journal/item/46/Perkembangan_Musik_Indonesia

[Lagi2x] Tiga Lagu Band Indie Di Padang Dibajak MALAYSIA!



PADANG--MI: Walau memiliki karya cukup baik, karena belum terkenal, band indie rawan dibajak dan diklaim. Tidak tanggung-tanggung, yang membajaknya orang Malaysia.

Itu terjadi pada Xadupa, band indie asal Padang. Tiga lagu ciptaan Xadupa, diklaim oleh sebuah band dengan nama sama yang dipublikasikan lewat situs Malaysia di alamat:http://adhaband.blogspot.com/2009/07...-kenangan.html.

"Kami memang masih baru dan kecil. Namun, tentu kami tidak rela bila hasil karya kami diakui sebagai karya orang lain. Apalagi, dari negara yang belakangan punya banyak masalah dengan mengklaim budaya bangsa Indonesia," kata Achmad Taufik, vokalis sekaligus gitaris Xadupa, Selasa (1/9).

Menurutnya, Xadupa secara resmi hanya menjual lagunya untuk ringtone telepon genggam dihttp://importmusik.com, situs milik Indonesia Music Portal (Import). "Lagunya kami rekam di Padang dan hanya dijual lewat Import. Kok tiba-tiba ada situs dari Malaysia mengganti foto band kami dengan foto lima orang Malaysia yang mengaku juga sebagai Xadupa?"

Padahal, perwakilan Import Sumbar, Surya Aldi, menambahkan, Xadupa hanya terdiri atas dua personel, yaitu Taufik dan Reimon. "Kami belum akan melakukan langkah apapun secara hukum. Meski demikian, kami perlu menyatakan bahwa yang dimuat di situs Malaysia tersebut merugikan Import dan Xadupa."

Setidaknya, menurut Taufik, pihaknya ingin berbagi dan mengkampanyekan peningkatan kewaspadaan terhadap budaya dan hasil karya bangsa Indonesia. "Hasil karya kami kecil dan tentu tidak ada apa-apanya dengan keris, tari Pendet, dan rendang yang sudah diklaim. Namun, sekecil apapun, kami mesti punya kesadaran. Tidak tertutup kemungkinan apa yang dialami Xadupa juga terjadi pada band-band indie lainnya," katanya.

Tiga lagu milik Xadupa yang sudah menjadi pilihan pendengar radio di Padang dan diklaim oleh situs Malaysia tersebut yakni, Jadikan Sebuah Kenangan, Kau Yang di Hati, dan Dia yang Kukenang.

sumber : http://www.segalacara.com/forum/Lagi2x-Tiga-Lagu-Band-Indie-Di-Padang-Dibajak-MALAYSIA


Kompetisi Band Baru ala LA Lights Start Up! 2011


Andi /rif, Fadly Padi, Eross SO7, Jan Djuhana Sony Music dan Adib Hidayat Rolling Stone menjadi juri
Oleh : Rama Wirawan
Foto : Rama Wirawan
Bookmark and Share

Musik seperti apa yang akan menjadi tren baru di musik Indonesia pada tahun 2011? Pertanyaan seperti itu yang barangkali muncul dalam benak banyak pemerhati musik Indonesia mendekati penghujung tahun ini. Dan pertanyaan itu seolah terasa makin mendesak sejak kurang lebih setahun belakangan ini kita seperti tidak punya banyak pilihan lain saat hendak mencari suguhan acara musik di televisi.

Andy /rif, salah seorang dari tiga musisi yang Kamis (18/11) kemarin hadir pada konferensi pers yang berlangsung di Rolling Stone Cafe, memiliki jawabannya sendiri soal itu. “Udah habis lah musik pop melayu di tahun 2010. Mudah-mudahan akan lebih segar,” cetusnya yang langsung disambut tawa para wartawan.

Dua musisi selain Andy, yang sempat disinggung tadi, adalah vokalis Andi Fadly Arifuddin, atau lebih dikenal dengan nama Fadly Padi, dan Eross Chandra. Kehadiran mereka bertiga siang itu adalah dalam perannya sebagai musisi juri kompetisi band LA Lights Start Up! 2011.

Berbeda dengan Andy, Eross Chandra tidak memberikan prediksi mengenai tren musik Indonesia tahun depan. Melainkan, ia memberikan perbandingan antara kondisi di jaman ketika ia baru memulai karirnya dahulu dengan masa sekarang. Menurut Eross, terlalu sedikitnya kompetisi band pada saat itu kerap kali membuatnya bingung untuk melaju di jalur musik. “Kompetisi band seperti ini jadi fasilitas yang bagus buat band-band generasi sekarang,” komentar gitaris Sheila on 7 itu soal LA Lights Start Up! 2011. “Karena band yang ada sekarang semakin banyak, jadi fasilitas ini sangat positif sekali.”

Selain musisi ternama, Jan Djuhana (Senior A&R Director Sony Music Indonesia) dan Adib Hidayat (Managing Editor Rolling Stone) juga akan menjadi juri untuk kompetisi band yang pendaftarannya sudah dibuka sejak 15 November 2010 lalu. Bagi Jan sendiri, kesempatan seperti ini adalah sesuatu yang selalu ditunggu oleh Sony Music untuk kembali melahirkan band-band baru yang segar.

“Dari awal, sejak 13 atau 14 tahun yang lalu, kami banyak melahirkan band-band baru. Seperti /rif, Sheila on 7 dan banyak lagi,” imbuh Jan yang duduk di samping Adib Hidayat. Ia kemudian menambahkan, pemenang pertama dari kompetisi ini nantinya akan dibuatkan album penuh olehSony Music Indonesia, sedangkan 10 band yang masuk grand final akan dibuatkan album kompilasi.

Sementara itu, Adib mengungkapkan bahwa ini pertama kalinya Rolling Stone Indonesia terlibat langsung di dalam kompetisi band. Katanya kemudian, jika selama ini Rolling Stone hanya bisa "galak" kepada musik Indonesia lewat media majalah, sekarang akan terjun langsung ke dalam proses menemukan bakat-bakat serta pencetakan musisi itu sendiri. “Yang pasti nanti Rolling Stone akan sering berantem dengan Sony Music. Yang menurut kami baik belum tentu bagi Sony. Tapi itu adalah dinamika yang menarik,” ujar Adib.

Bicara soal pencetakan musisi baru, ajang ini memiliki satu sesi edukasi yang diberi namaOrientation Camp. Hal-hal yang akan menjadi modul pelajarannya antara lain adalah arahan untuk membuat lagu, tips untuk tampil di atas panggung, pendidikan untuk berkomunikasi dengan penonton, sampai bernegosiasi dengan label rekaman. Namun, kesempatan itu hanya bisa diperoleh bagi 10 band yang lolos ke grand final.

Sebelum bisa sampai pada tahap itu, tentu saja pertama-tama band-band Indonesia dengan personil berusia 18 sampai 30 tahun yang berminat harus mendaftarkan diri. Sistem pendaftarannya adalah dengan melakukan registrasi dengan biaya Rp 50 ribu dan menyerahkan CD demo ke kantor Sony Music di Jalan Johar No. 13 Menteng, Jakarta, atau Redaksi MajalahRolling Stone Indonesia di Jalan Ampera No. 16, Kemang, Jakarta.

Tim Juri akan menyeleksi semua CD demo yang masuk sampai dengan tanggal 16 Januari 2011, untuk kemudian memilih 400 band yang akan tampil di Rocky Stage, di 20 kota pada akhir Januari sampai dengan Februari 2011. Dari 400 band itu kemudian akan kembali disaring lagi menjadi 160 band yang berhak untuk berkompetisi di Big Stage di 8 kota pada Maret 2011. Puncaknya, 10 band terbaik pilihan para juri akan berhak mengikuti Orientation Camp dan diadu lagi di Grand Final Stage di Jakarta.

Kriteria penilaiannya, menurut Jan Djuhana, meliputi harmonisasi dan komposisi dari lagu yang dibawakan. Serta melihat juga pada karakter band itu sendiri. “Yang kami butuhkan selalu yang sangat berbeda. Biasanya kami akan lebih memberikan perhatian,” Jan memberi bocoran.

Menurut Adib, LA Lights Start Up! 2011 ini bisa menjadi ruang bagi band-band baru yang selama ini belum bisa diulas oleh Rolling Stone, hanya karena belum mengeluarkan album penuh padahal memiliki materi yang bagus. “Mungkin ini jadi salah satu ruang bagi mereka untuk masuk ke situ. Ini juga tidak menutup kemungkinan untuk band-band baru yang sudah punya album tapi masih belum begitu dikenal. Jadi nggak harus band-band yang sama sekali asing,” pungkas Adib.

sumber : http://www.rollingstone.co.id/read/2010/11/19/934/5/1/Kompetisa-Band-Baru-ala-LA-Lights-Starts-Up-2011

Sejarah Musik Emo



Emotion yang berarti emosi adalah sebuah bentuk pengungkapan jiwa. Bermain musik dapat dikatakan sebuah pengungkapan jiwa dari karakter yang memainkannya. Seiring perkembangan jaman menghadirkan sebuah bentuk perpaduan dari aliran musik dan menciptakan sesuatu aliran atau trend bermain musik yang baru dan dikatakan oleh media sebagai Musik Emo. Diartikan dari akronim Emotional. Sebagian orang mengatakan Musik Emo sebagai perpaduan dari permainan musik Hardcore dan Punk. Penamaan Musik Emo sendiri diberikan oleh kalangan media. Musik Emo sedang trend saat ini, dan banyak sekali Band-band baru di berbagai pelosok dunia yang memainkan musik ber-genre ini.

Sebenarnya siapa asal mula pencetus genre Musik Emo dan bagaimana perkembangannya dari masa ke masa? berikut akan saya jelaskan sedikit mengenai sejarah Musik Emo.

1980an

Setelah bubarnya Minor Threat pada akhir 1983, scene hardcore-punk Washington.DC yang sedang bergaung dan meledak di 1981 nampaknya mengalami kejenuhan dan kehabisan ide segar dalam sound DC hardcore yang established. Piringan hitam paska bubar sang Minor Threat 7" "Salad Days" rilis pada 1984 dan akhirnya menancapkan nisan pada scene DC hardcore-punk.

Band - band di seantero negeri mulai mengkasting hal - hal baru untuk ditawarkan. DRI dan Bad Brains mulai memainkan cheeze-metal, band-band New York mulai melakukan moshing yang brutal, 7Seconds mulai terdengar jangly U2 alternative, dll. Perubahan paling mendasar pada D.C. adalah terhadap melodic rock dengan punk sensibilities dengan kata lainnya semacam new wave atau ini mungkin yang di britania raya disebut era Post-punk namun karena di amerika yang berada pada titik kulminasi adalah hardcore punk maka media menyebutnya era Post-Hardcore.

1984 menandai rilisnya Zen Arcade oleh band Minneapolis Hüsker Dü, mendokumentasikan sound yang lebih matang menggabungkan amarah, pembawaan vokal yang intense and gitar yang menderu layaknya motor dengan tempo rock yang dipelankan dan songwriting melodik yang lebih rumit.

Pada musim semi 1984, sebuah band bernama Rites Of Spring terbentuk dari anggota - anggota The Untouchables/Faith dan Deadline. Band ini membawakan kecepatan punk and disonansi suara.Namun membawa pendekatan vokal yang sama sekali belum pernah ada terhadap campuran ini. Sang vokalis Guy Picciotto membawa sebuah gaya-kehabisan-nafas punk setiap saat, sembari tenggelam secara intens dalam lirik yang personal ditingkahi dengan emosi dan keringat. Suaranya pecah pada momen klimaks menjadi rontaan serak, berkerikil layaknya jalan dan penuh penjiwaan.Untuk kemudian gaya ini diteruskan pada bandnya paska Rites Of Spring dengan gitar lebih mengawang melodis dan lebih indie-rock yaitu One Last Wish.Dengan penulisan lirik lebih fokus pada pertemanan dan cinta yang ditulis dengan indah penuh metafora.

Musim panas 1985 menjadi dikenal dengan "Revolution Summer" ketika gelombang baru band - band dengan rock-tempo, melody based, vocal bernyanyi terbentuk dari kumpulan musisi DC punk dengan sound rock beragam - Three, Gray Matter, Soulside, Ignition, Marginal Man, Fire Party, Rain, Shudder to Think, dll. Beberapa band tetap membawakan sound fast hardcore punk-based dengan pendekatan vokal yang baru, Dag Nasty menjadi perkecualian yang terlihat.

Vokalis Minor Threat, Ian MacKaye, bernyanyi pada band Embrace (bandingkan dengan nama DC bandnya sebelumnya - Minor Threat, Void, and State Of Alert) yang mana liriknya emosional dan secara mendalam mempertanyakan diri(filosofis berbau pencarian jati diri) ,namun masih jernih dan tak ambigu. Secara musikal, grup ini(dibentuk oleh sebagian besar anggota ex-Faith) menulis musik midtempo, somewhat jangly dengan banyak melodi dan hook gitar pop . Vokal MacKaye mendapat trademarknya yaitu deklamasi tegas dengan hanya sesekali percikan emosional yang muncul.

Beberapa sound dari band-band ini kemudian dikenal sebagai "suara D.C" klasik. Beberapa darinya secara turunan dilabeli "emo," sebagai kependekan untuk "emotional.".entah berasal darimana istilah ini, namun ada rumor bahwa istilah ini terdengar ketika Guy Picciotto pertama bermain salah seorang penonton berkata "oh God,your singing is so "emotional" . Lainnya dikatakan bahwa istilah ini muncul pertama saat interview Ian Mackaye dengan majalah Flipside . Tak lama kemudian DC bands mendapatkan label "emo-core."

Sesaat setelahnya (1986), beberapa band mulai untuk fokus pada elemen "emo" itu sendiri. The Hated di Annapolis (dekat D.C.) nampaknya menjadi post-Rites of Spring pertama yang melakukan ini. Setelah itu, Moss Icon muncul di kota yang sama. Moss Icon mengejawantahkan elemen "emo" sampai pada intinya ,dan memberikan beberapa melodi gitar yang mendetail, terarpeggiasi (oleh Tonie Joy, nantinya bergabung dalam Born Against, Lava, Universal Order of Armageddon, dll.) dengan fokus pada dinamisme keras/pelan. Vokalnya pula, sebuah gebrakan baru dengan membangun teriakan aktual di-puncak-nafas pada klimaks lagu.

Moss Icon, sebuah band yang relatif terkenal dan menjalankan beberapa tur, memperkenalkan kepada scene punk pada musik yang core emphasis pada emosi daripada energi punk. Mungkin Rites Of Spring memperkenalkannya namun Moss Icon menyempurnakannya. Nantinya emo bands akan terpengaruh secara berat dari dinamisme Moss Icon , gaya guitar ,dan pembawaan vokalnya.

1990an

Tak nyaman rasanya membicarakan emo 90an tanpa Jawbreaker dan Sunny Day Real Estate. Jawbreaker dengan rilisan 1992nya yaitu Unfun dan Sunny Day Real Estate dengan rilisan sub pop 1994 yaitu Diary ikut merasakan getah dari new emerging punk hero yaitu Nirvana dengan Nevermindnya.Ya "emo" perlu menyatakan terima kasihnya atau kekesalannya pada media 90an yang mendewa-dewakan grunge scene yang ikut mengimbas pada scene emo yang saat itu sebuah populasi besar yang terabaikan.Jawbreaker dianggap sebagai batu loncatan dari emo kontemporer, besar dari scene HC-PUNK San Fransisco,mereka menggabungkan nafas hardcore-punk dengan sensibilitas pop-punk yang terlihat pada irama dan gaya bernyanyi Blake Schwarzenbach yang cenderung street punk namun masih in tune dengan lirik yang bertemakan frustasi dan introspeksi diambil langsung dari buku hariannya sendiri menjadi magnet yang universal bagi fans dan penonton.Blake juga sebagai "emo" idol pertama karena fans lebih relate kepada sosoknya daripada lagu itu sendiri.

Album "24 hour revenge therapy" menjadi yang paling disukai dan favorit fans .Kemudian mereka mengikat kontrak dengan Geffen Record untuk merilis album major "Dear You". Mereka beberapa kali tur dengan Green Day dan Nirvana namun album mereka secara luas kurang diminati.Kemudian Blake membentuk band lain di bawah nama Jets to Brazil yang kemudian bubar pada tahun 2003.Mungkin keberadaan mereka kurang terlihat massa namun banyak band-band setelahnya mencatut nama Jawbreaker sebagai influencenya.

Sebaliknya Sunny Day Real Estate berkebalikan dengan image Jawbreaker yang tegas dan hantam kromo dengan kurangnya skill mereka.SDRE terdiri dari personil yang melek musik dan berkemampuan tinggi , alat mahal dan ambisi musikal besar. Dengan pembawaan musik yang lebih mendayu namun tetap keras terkadang hampir seirama dengan Nirvana. pada album Nevermind .Jeremy Enigk sang vokal bernyanyi dengan falsetto terkadang seperti menenggelamkan diri dalam lirik yang pretensius romantik.Inilah yang membuat emo semakin diasosiasikan dengan lirik cinta dengan balutan hardcore-punk slow tempo melodis daripada akar politis punk rocknya yang dulu masih terdengar pada Rites Of Spring,Gray Matter dan Embrace.

Kemudian pada pertengahan 90an band-band baru yang menggabungkan kerasnya HC-Punk dengan intelegensi Indie-rock bermunculan.Dengan beat dan bpm tak terduga dan gaya bernyanyi lembut transisif ke keras dengan tak terduga pula menghiasi dunia emo underground kala itu juga meleburkan kekuatan anthemik punk rock dan etos kerja DIY yang diwarisi dari HC-PUNK.Dengan suksesnya Dookie dari Green Day dan Smash dari The Offspring, kepopuleran underground menuju mainstream membuat para musisi era post-hardcore mengolah musik mereka,memutasinya dan membuatnya lebih rumit atau bahkan lebih simple.Beberapa band dari amerika serikat bagian tengah seperti Braid dari Champagne-Urbana,Illinois, Christie Front Drive dari Denver, Colorado, Mineral dari Austin, Texas, Jimmy Eat World dari Mesa, Arizona, The Get Up Kids dari Kansas City, Missouri, dari The Promise Ring dari Milwaukee, Wisconsin disebut - sebut sebagai yang berpengaruh pada gaya bermain band - band setelahnya.

Braid dan Cap N Jazz yang sama-sama dari midwest america dianggap sebagai pelopor peleburan kompleksitas math rock dengan lirik metafora yang sangat sulit diinterpretasikan.Dengan lagu "Harrisson Ford" yaitu bertemakan introspeksi diri tentang menjadi seorang laki-laki tegar dan ideal dibalut tempo yang mengagetkan dari pelan kemudian dibawa ke serangan tiba-tiba beat kencang yang kemudian dikembalikan lagi ke pelan.Cap N Jazz dengan lagu Little League menggambarkan

semangat olahraga dan semangat cinta SMA dengan balutan lirik yang terkadang susah diinterpretasikan karena penggunaan istilah yang aneh namun dinyanyikan secara mentah namun berfluktuasi seiring irama lagu dan anehnya semua lagu bernada ceria walaupun ada tema patah hati dan bullying,juga mereka yang pertama menggunakan terompet pada lagu-lagu mereka sungguh hal yang di luar kebiasaan.Hal ini diikuti oleh sekelompok pemuda di bawah nama At The Drive In namun dengan lirik lebih politis dan penuh amarah dalam balutan latin ,progresif rock dan serangan hardcore kental yang bisa didengar secara jelas lewat teriakan-teriakan Cedric Bixler Zavala layaknya Guy Picciotto dulu.

Kemudian disusul band yang mengedepankan vokal mentah dan cenderung teriak tanpa arah dengan mengikuti alur lagu seperti Portrait, clikatat ikatowi ,Unwound, Funeral Dinner, Mohiner,Swing Kids,Hot Snakes,Orchid dan Saetia, yang lebih mirip grindcore namun lebih halus namun diselingi melodic hardcore.Band inilah yang kemudian disebut sebagai Screamo yang mengandalkan vokal tanpa bernyanyi namun atmosfir lagu dibuat semelodius mungkin dan se hardcore mungkin.

Adapun dari New York yaitu Texas Is The Reason menjembatani indie rock dan emo secara gamblang dalam masa hidup mereka yang selama 3 tahun.Dengan lirik yang langsung dari buku harian tanpa metafora dan lebih straight to the point diliputi ironi dan sinisme terhadap cinta.Tahun 1995 album mereka Do You Know Who You Are? dirilis oleh Revelation records dan terjual ribuan kopi,sebuah jumlah yang lumayan untuk band emo saat itu dan menginspirasi band - band New Jersey dan Long Island macam Thursday, Glassjaw,Taking Back Sunday,Saves The day ,Senses Fail,Midtown dan bahkan My Chemical Romance sekalipun.

The Promise Ring kemudian mengambil jalur lebih halus,pop punk dan merakyat dengan lirik - lirik cinta diikuti The Get Up Kids dengan mengurangi kompleksitas math rock dan lebih mengandalkan beat catchy daripada berusaha menjadi cerdas.Yang kemudian diteruskan oleh solo act Dashboard

Confessional,mantan vokalis Further Seems Forever yang kemudian membentuk Dashboard Confessional di tahun 1999 dengan penampilan pertama bersenjatakan gitar akustik namun dengan jangkauan vokal luar biasa dan lirik cinta yang puitis aktual tanpa mengurangi estetika atau terkesan komersil.Band ini mencapai keterkenalan mainstream setelah lagu Screaming Infidelities mencapai nomor 5 pada tangga lagu billboard 2002 dan Vindicated menjadi soundtrack Spiderman 2.

2000an

Awal 2000an menjadi tahun yang subur bagi band seperti Story Of The Year,Yaking Back Sunday, Senses Fail, Dead Poetic,The Used, My Chemical Romance dan Dashboard Confessional mulai mendapat perhatian massa,karena media mulai memblow up mereka dan atas kejenuhan musik di penghujung tahun 1999 maka media pun mencari mangsa baru. Dengan pendekatan The Promise Ring dan The Get up Kids untuk emo yang lebih pop dan catchy Dashboard Confessional dan Story Of The Year memikat fans dengan lirik cinta mereka.My Chemical Romance dan The Used mengambil juga jalur cinta namun dengan balutan lebih gothic gelap lebih ke mengambil influence dari Texas Is The Reason untuk gaya bernyanyi dan Orchid atau Saetia untuk dinamika lagu.

Dengan gaya rambut poni lempar menutupi wajah dan baju gelap-gelap mungkin ini yang jadi inspirasi para fans membuat cult of personality dan cult of fashion dari emo sendiri . Media kemudian mendowngrade hal-hal tersebut dan mengasosiasikannya dengan term "emo" dan menjadi sumber hujatan banyak pihak bahkan di meksiko pada tahun 2008 sekelompok pemuda bergaya emo dipukuli sampai kritis bahkan mereka menyatakan perang terhadap kelompok yang mengasosiasikan diri dengan segala hal berbau "emo".8 Mei 2008 seorang gadis bernama Hannah Bond ditemukan mati gantung diri setelah beberapa hari pernyataannya tentang bunuh diri yang glamor karena inspirasi dari album My Chemical Romance yang bercerita tentang pria yang sekarat karena kanker dan kehilangan semangat hidup.

Namun terlepas dari itu banyak band yang kembali menggali kearifan emo lama seperti Cap n Jazz dan Embrace dan menambahkan unsur lainnya seperti post-rock dan bahkan noise rock.Seperti band City Of Caterpillar, Envy, Mutiny On The Bounty, Appleseed Cast dan Street Small Cyclist.Tanpa dandanan yang self-associated to emo atau segala macam pernak-pernik fashionnya.Inilah mungkin yang seharusnya disebut Post hardcore.

Jadi kesimpulannya post hardcore atau istilah paling merakyatnya "emo" adalah suatu subgenre dan tidak lebih dari itu karena dalam ethic dan radikalisasinya menganut DIY dari pendahulunya yaitu Hardcore Punk.Bukan sebuah subkultur yang mempunyai pakem gaya rambut,gaya berpakaian, filosofi dan sebuah komunitas, bukan pula sebuah cult of personality layaknya hitler atau stalin yang setiap gayanya atau gerak geriknya ditiru dan mungkin masa kini bisa dilambangkan oleh pemujaan para muda terhadap gaya berpakaian Gerard Way dkk atau The Used.

Bukan pula ajakan untuk bunuh diri namun lebih ke sebuah pencarian jati diri, introspeksi pada tiap liriknya dibalut metafora dan puisi yang sama sekali tidak cemen dengan kata demi kata penuh perhitungan.Karena pada dasarnya emo masih mempunyai unsur hardcore punk dan banyak band yang terdengar bernyanyi emosional atau dengan alur lagu yang angular lebih memilih disebut band punk atau membiarkan media melabeli mereka dengan sebutan lebih beradab yaitu Post Hardcore.


Teeners Music Festival SMA N 10 Padang, Kebanggaan yang Kembali Hadir



PDF Print

Untuk meningkatkan kecintaan dan penghargaan siswa terhadap kesenian, khususnya dibidang musik Osis SMA Negeri 10 Padang mengadakan acara festival band “Teeners Music Festival ke 7” pada hari Minggu 21 November 2010 di Hall Indoor GOR UNP Padang. Festival musik seperti ini sudah merupakan kegiatan tiap tahunannya sebagai tanda masa berakhirnya kepengurusan OSIS untuk T.A 2009/2010.

Panitia pelaksana Teeners Music Festival ke 7 Vinny Aprilia mengatakan, melalui ajang festival musik band tersebut para siswa dapat menyalurkan aspirasi, hobi dan bakatnya di bidang musik. Dikatakan, Festival musik band ini di ikuti oleh 67 Band perwakilan dari sekolah tingkat SMA Negeri maupun swasta se Sumatera Barat. Dari 67 Band yang mengikuti seleksi tahap pertama lolos sebanyak 24 Band yang akan mengikuti babak pementasan, 3 Band dari tuan rumah, 15 Band dari Kota Padang dan 6 Band berasal dari luar Kota Padang.

Berbagai atraksi juga ditampilkan dalam pergelaran acara tersebut, mulai dari parade band hingga penampilan cheerleader. Dan yang keluar sebagai pemenangnya adalah : Pemenang I = Claviora Band ( SMAN 3 Padang), Pemenang II = Romusha Band (SMKN 7 Padang), Pemenang III = Paparrazi Band ( SMAN 1 Padang Panjang), Best Vokalis (Ahimsa Band), Best Gitaris (Digital Band), Best Basis (Romusha Band), Best Keyboardis (Pure Band), Best Drummer (Claviora Band).

Untuk Pemuncak I, II dan III masing-masing memperoleh tabanas Rp. 1.250.000, Rp. 1.000.000, dan Rp. 750.000 + Tropi + Piagam Penghargaan dan Paket Kartu As.

Diharapkan lagi acara tersebut dapat melahirkan bibit-bibit baru terutama dibidang musik, serta dapat mempererat silahturahmi dikalangan siswa antar SMA yang telah mengikuti acara tersebut.

sumber : http://sman10-padang.sch.id/content/view/88/1/