PADANG--MI: Walau memiliki karya cukup baik, karena belum terkenal, band indie rawan dibajak dan diklaim. Tidak tanggung-tanggung, yang membajaknya orang Malaysia.
Itu terjadi pada Xadupa, band indie asal Padang. Tiga lagu ciptaan Xadupa, diklaim oleh sebuah band dengan nama sama yang dipublikasikan lewat situs Malaysia di alamat:http://adhaband.blogspot.com/2009/07...-kenangan.html.
"Kami memang masih baru dan kecil. Namun, tentu kami tidak rela bila hasil karya kami diakui sebagai karya orang lain. Apalagi, dari negara yang belakangan punya banyak masalah dengan mengklaim budaya bangsa Indonesia," kata Achmad Taufik, vokalis sekaligus gitaris Xadupa, Selasa (1/9).
Menurutnya, Xadupa secara resmi hanya menjual lagunya untuk ringtone telepon genggam dihttp://importmusik.com, situs milik Indonesia Music Portal (Import). "Lagunya kami rekam di Padang dan hanya dijual lewat Import. Kok tiba-tiba ada situs dari Malaysia mengganti foto band kami dengan foto lima orang Malaysia yang mengaku juga sebagai Xadupa?"
Padahal, perwakilan Import Sumbar, Surya Aldi, menambahkan, Xadupa hanya terdiri atas dua personel, yaitu Taufik dan Reimon. "Kami belum akan melakukan langkah apapun secara hukum. Meski demikian, kami perlu menyatakan bahwa yang dimuat di situs Malaysia tersebut merugikan Import dan Xadupa."
Setidaknya, menurut Taufik, pihaknya ingin berbagi dan mengkampanyekan peningkatan kewaspadaan terhadap budaya dan hasil karya bangsa Indonesia. "Hasil karya kami kecil dan tentu tidak ada apa-apanya dengan keris, tari Pendet, dan rendang yang sudah diklaim. Namun, sekecil apapun, kami mesti punya kesadaran. Tidak tertutup kemungkinan apa yang dialami Xadupa juga terjadi pada band-band indie lainnya," katanya.
Tiga lagu milik Xadupa yang sudah menjadi pilihan pendengar radio di Padang dan diklaim oleh situs Malaysia tersebut yakni, Jadikan Sebuah Kenangan, Kau Yang di Hati, dan Dia yang Kukenang.
sumber : http://www.segalacara.com/forum/Lagi2x-Tiga-Lagu-Band-Indie-Di-Padang-Dibajak-MALAYSIA
PADANG--MI: Walau memiliki karya cukup baik, karena belum terkenal, band indie rawan dibajak dan diklaim. Tidak tanggung-tanggung, yang membajaknya orang Malaysia.
Itu terjadi pada Xadupa, band indie asal Padang. Tiga lagu ciptaan Xadupa, diklaim oleh sebuah band dengan nama sama yang dipublikasikan lewat situs Malaysia di alamat:http://adhaband.blogspot.com/2009/07...-kenangan.html.
"Kami memang masih baru dan kecil. Namun, tentu kami tidak rela bila hasil karya kami diakui sebagai karya orang lain. Apalagi, dari negara yang belakangan punya banyak masalah dengan mengklaim budaya bangsa Indonesia," kata Achmad Taufik, vokalis sekaligus gitaris Xadupa, Selasa (1/9).
Menurutnya, Xadupa secara resmi hanya menjual lagunya untuk ringtone telepon genggam dihttp://importmusik.com, situs milik Indonesia Music Portal (Import). "Lagunya kami rekam di Padang dan hanya dijual lewat Import. Kok tiba-tiba ada situs dari Malaysia mengganti foto band kami dengan foto lima orang Malaysia yang mengaku juga sebagai Xadupa?"
Padahal, perwakilan Import Sumbar, Surya Aldi, menambahkan, Xadupa hanya terdiri atas dua personel, yaitu Taufik dan Reimon. "Kami belum akan melakukan langkah apapun secara hukum. Meski demikian, kami perlu menyatakan bahwa yang dimuat di situs Malaysia tersebut merugikan Import dan Xadupa."
Setidaknya, menurut Taufik, pihaknya ingin berbagi dan mengkampanyekan peningkatan kewaspadaan terhadap budaya dan hasil karya bangsa Indonesia. "Hasil karya kami kecil dan tentu tidak ada apa-apanya dengan keris, tari Pendet, dan rendang yang sudah diklaim. Namun, sekecil apapun, kami mesti punya kesadaran. Tidak tertutup kemungkinan apa yang dialami Xadupa juga terjadi pada band-band indie lainnya," katanya.
Tiga lagu milik Xadupa yang sudah menjadi pilihan pendengar radio di Padang dan diklaim oleh situs Malaysia tersebut yakni, Jadikan Sebuah Kenangan, Kau Yang di Hati, dan Dia yang Kukenang.
sumber : http://www.segalacara.com/forum/Lagi2x-Tiga-Lagu-Band-Indie-Di-Padang-Dibajak-MALAYSIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar